BIDIK KRIMINALCepat. Tegas. Terverifikasi.
BREAKING
TAPAK Riau Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi hingga ke Aktor PengendaliDuit Rakyat untuk Marka Gang Sempit, Pemerhati Pertanyakan Perencanaan Dishub Dumai10 Paket Diduga Sabu Disita, Dua Pria Diciduk Satresnarkoba Polres DumaiSidak PT VIN Bongkar Pertanyaan Baru: Siapa yang Mengawasi Distribusi MinyaKita di Dumai?RJ Belum Jalan, MS Law Firm Minta Propam dan Irwasda Polda Riau Beri AtensiSoal Iuran Terintegrasi Pembayaran Gaji, PGRI Dumai Berikan KlarifikasiManajemen Pelindo Dumai Pantau Potensi Unsafe Action dan Unsafe ConditionSurvei Kepuasan Penumpang Digelar, Pelindo Dumai Dorong Layanan Makin ResponsifDiproyeksikan untuk Fasilitas Pub, Super 21 Resto Dumai Diduga Kangkangi PerizinanWarga Panik Dengar Dentuman Kilang Pertamina, KNPI Dumai Pertanyakan Efektivitas Turn Around

Warga Mulai Cemas,

Kemarau Picu Kekhawatiran Krisis Air Bersih dan Kabut Asap

Kemarau Picu Kekhawatiran Krisis Air Bersih dan Kabut Asap
Foto Ilustrasi (net)

DUMAI (BKC) — Musim kemarau yang melanda Kota Dumai dalam beberapa waktu terakhir mulai memicu keresahan masyarakat. Minimnya curah hujan menyebabkan sejumlah warga menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih, sementara kondisi cuaca panas dan kering juga meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Keluhan mengenai keterbatasan air bersih salah satunya disampaikan Ratna, warga Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur. Ia mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari setelah bak penampungan di rumahnya mulai mengering akibat tidak turunnya hujan dalam waktu cukup lama.

Menurut Ratna, kondisi tersebut semakin menyulitkan karena pasokan air dari Perusahaan Air Minum (PAM) dinilai belum mengalir secara optimal.

"Lamo tak hujan, ae bak dah kering. Harapkan ae PAM, lambat betol," ujar Ratna dengan logat Melayu saat ditemui media, Senin (24/8/2026).

Selain persoalan air bersih, warga juga mulai mencemaskan potensi munculnya kabut asap seiring meningkatnya suhu dan kondisi lahan yang semakin kering.

Ratna mengatakan, pengalaman pada musim kemarau sebelumnya membuat masyarakat khawatir terjadinya pembakaran lahan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kondisi vegetasi yang mengering dan karakteristik lahan gambut dinilai dapat memperbesar risiko kebakaran apabila tidak diantisipasi sejak dini.

"Biasanyo kalau musim panas ni, mulailah adonyo pembakaran lahan dari pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Alamat kabut asap balek kat Dumai ni," katanya.

Masyarakat berharap pengelola layanan air bersih dapat segera memastikan kelancaran distribusi air, khususnya ke kawasan permukiman yang mulai mengalami kekurangan pasokan.

Di sisi lain, warga juga meminta pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap kawasan rawan kebakaran. Upaya pencegahan dinilai penting dilakukan sejak awal untuk mengantisipasi terjadinya pembakaran lahan yang dapat berkembang menjadi karhutla dan berdampak terhadap kualitas udara serta aktivitas masyarakat.

Kondisi tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau, terutama dalam menjamin ketersediaan air bersih dan mencegah potensi kebakaran lahan di wilayah Kota Dumai. (*)

Tag berita