BIDIK KRIMINALCepat. Tegas. Terverifikasi.
BREAKING
Sasar Dua Lokasi di Dumai, Polisi Temukan Lima Orang Positif EkstasiDeteksi Dini Gangguan Kesehatan, Rutan Dumai Gelar Pemeriksaan bagi Warga BinaanPerempuan Berinisial WSA Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Kasus Ekstasi di DumaiRotasi Jabatan di Polres Dumai, IPTU Bobby Patriatama Hermawan Jabat Kasat LantasCegah Risiko Banjir, Pelindo Regional 1 Dumai Dukung Gerakan Bersih LingkunganDugaan Mafia BBM Mencuat dalam Rakor di Riau, Dewi Juliani Soroti Pengawasan PenyaluranRazia Gabungan di Dumai, Enam Orang Positif MetamfetaminaDua Kotak Infak Masjid Al-Huda Diduga Dicuri, Pria Berinisial C Diamankan PolisiDumai Pernah Ungkap Kasus Pupuk Ilegal, Dugaan Aktivitas Gudang di Bukit Kapur Perlu DiverifikasiKecelakaan Kerja di Area PT SDS Disorot, FAP Tekal Desak Polisi Usut Dugaan Pelanggaran K3

Tak Sekadar Pembinaan, Rutan Dumai Bekali Warga Binaan Keterampilan Pertanian

Tak Sekadar Pembinaan, Rutan Dumai Bekali Warga Binaan Keterampilan Pertanian
Foto: ist

DUMAI (BKC) – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai terus memperkuat dukungannya terhadap program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Setelah menyelesaikan masa panen sebelumnya, lahan tersebut kembali ditanami kacang panjang sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Penanaman kembali ini merupakan langkah Rutan Dumai dalam menjaga produktivitas lahan SAE secara berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, warga binaan dilibatkan secara langsung dalam setiap tahapan kegiatan pertanian, mulai dari persiapan lahan, penanaman bibit, perawatan tanaman hingga proses panen mendatang.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada produksi komoditas pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan di bidang pertanian, menumbuhkan kedisiplinan, serta membangun etos kerja dan kemandirian.

Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal produktif ketika kembali ke tengah masyarakat. Dengan demikian, program pembinaan di Rutan Dumai tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar mampu beradaptasi dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas.

Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, mengatakan bahwa keberlanjutan program pertanian di lahan SAE merupakan wujud komitmen pihaknya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, berkesinambungan, dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.

“Lahan SAE akan terus kami optimalkan sebagai ruang pembinaan yang produktif. Penanaman kembali ini merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan keterampilan kepada WBP agar mereka memiliki bekal yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Enang, Selasa (13/10/2026).

Ia berharap, optimalisasi lahan SAE dapat terus berjalan secara konsisten sehingga memberikan manfaat berkelanjutan, baik dalam mendukung ketersediaan pangan maupun meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian warga binaan.

Dengan kembali dimanfaatkannya lahan SAE untuk penanaman kacang panjang, Rutan Dumai berupaya menjaga kesinambungan kegiatan pertanian sekaligus memperkuat pembinaan berbasis keterampilan. Program ini diharapkan menjadi salah satu upaya nyata dalam membangun kemandirian warga binaan dan mendukung agenda ketahanan pangan. (*)

Tag berita