BIDIK KRIMINALCepat. Tegas. Terverifikasi.
BREAKING
Sasar Dua Lokasi di Dumai, Polisi Temukan Lima Orang Positif EkstasiDeteksi Dini Gangguan Kesehatan, Rutan Dumai Gelar Pemeriksaan bagi Warga BinaanPerempuan Berinisial WSA Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Kasus Ekstasi di DumaiRotasi Jabatan di Polres Dumai, IPTU Bobby Patriatama Hermawan Jabat Kasat LantasCegah Risiko Banjir, Pelindo Regional 1 Dumai Dukung Gerakan Bersih LingkunganDugaan Mafia BBM Mencuat dalam Rakor di Riau, Dewi Juliani Soroti Pengawasan PenyaluranRazia Gabungan di Dumai, Enam Orang Positif MetamfetaminaDua Kotak Infak Masjid Al-Huda Diduga Dicuri, Pria Berinisial C Diamankan PolisiDumai Pernah Ungkap Kasus Pupuk Ilegal, Dugaan Aktivitas Gudang di Bukit Kapur Perlu DiverifikasiKecelakaan Kerja di Area PT SDS Disorot, FAP Tekal Desak Polisi Usut Dugaan Pelanggaran K3

Dekat Selat Malaka, Pelindo Bidik Dumai Jadi Pusat Transshipment Internasional

Dekat Selat Malaka, Pelindo Bidik Dumai Jadi Pusat Transshipment Internasional
Foto: Ist

DUMAI (BKC) — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo berencana mengembangkan Pelabuhan Dumai menjadi Dumai Transshipment Hub sebagai upaya memperkuat konektivitas logistik nasional dan meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia di jalur perdagangan internasional.

Dalam siaran pers diterima, Jumat (25/9/2026), pengembangan tersebut memanfaatkan posisi strategis Pelabuhan Dumai yang berada di pesisir timur Pulau Sumatera dan berhadapan langsung dengan Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Didukung kedalaman alur pelayaran yang memadai, kawasan industri, serta potensi pengembangan lahan, Dumai dinilai memiliki prospek menjadi simpul distribusi kargo di wilayah barat Indonesia.

Selain mendukung arus ekspor dan impor, pengembangan Pelabuhan Dumai juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi biaya logistik melalui konsolidasi muatan (cargo consolidation) sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha dan industri di Sumatera.

Direktur Pengembangan Usaha Pelindo, Prasetyo, mengatakan Dumai memiliki lokasi yang sesuai untuk dikembangkan sebagai pelabuhan internasional dan pusat transshipment (bongkar muat/alih muat). Dumai memilki posisi strategis yang berdekatan dengan Selat Malaka sebagai jalur maritim global.

Konsep pengembangan ini bukan ditujukan untuk menjadi kompetitor langsung bagi Singapura. Pengembangannya diarahkan untuk menangkap potensi pasar peti kemas yang belum dilayani atau tidak dapat dilayani melalui Singapura, ujarnya pada Selasa (22/9/2026).

Selain pasar internasional, Dumai juga diarahkan untuk menangkap kargo bongkar muat dalam skala domestik. Selain dari Provinsi Riau, juga dari Sumatera Selatan dan Pulau Jawa.

“Fokus pengembangan Dumai adalah menangkap potensi pasar transshipment yang belum atau tidak dapat dilayani melalui hub regional, sekaligus mengonsolidasikan kargo transshipment yang berasal dari Indonesia,” ujar Prasetyo.

Melalui inisiatif ini, Pelindo berharap Pelabuhan Dumai mampu memperkuat peran Indonesia dalam jaringan pelayaran internasional sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan investasi di kawasan pesisir timur Sumatera. (adv)



 

Tag berita