BIDIK KRIMINALCepat. Tegas. Terverifikasi.
BREAKING
Polemik Jam Kerja dan BPJS Relawan MBG Dumai, Yayasan Riau Pesisir Diharapkan Beri KlarifikasiDua Sopir Diduga Gelapkan 8,48 Ton Inti Sawit, PT BNI 70 Rugi Rp108,9 JutaTragedi di Depan Kantor DPRD Dumai, Pemuda Tewas Diduga Dianiaya Beramai-ramaiBekal Kembali ke Masyarakat, Rutan Dumai Dorong Warga Binaan Perkuat Iman dan AkhlakTak Sekadar Pembinaan, Rutan Dumai Bekali Warga Binaan Keterampilan PertanianSebelas Pria Positif Metamfetamina, Barang Bukti Narkotika Tak Ditemukan saat RaziaRazia THM Dumai Dipertanyakan! Kujira dan J-Mex Disebut Buka Lagi Usai Petugas PulangDua Kali Peringatan, Legalitas Pemotongan Ex. MV. NORTH STAR 9 di Dumai Masih Menjadi PertanyaanPapan Informasi Proyek Tak Tampak, Warga Pertanyakan Transparansi Galian Parit TegalegaKoperasi SSMS Klaim Punya Penunjukan Resmi, Dasar Tuntutan TKBM Dipertanyakan

Turun ke Lapangan,

Manajemen Pelindo Dumai Pantau Potensi Unsafe Action dan Unsafe Condition

Manajemen Pelindo Dumai Pantau Potensi Unsafe Action dan Unsafe Condition
Foto: Ist

DUMAI (BKC)— PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Grup Dumai melaksanakan Management Walkthrough (MWT) di sejumlah area operasional pelabuhan, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya manajemen memperkuat penerapan keselamatan, keamanan, keandalan operasional, serta kepedulian terhadap lingkungan di seluruh wilayah kerja.

Management Walkthrough dilakukan melalui peninjauan langsung terhadap kondisi lapangan dan aktivitas operasional pelabuhan. Dalam kegiatan tersebut, jajaran manajemen Pelindo Grup Dumai berinteraksi dengan pekerja dan petugas operasional untuk memperoleh gambaran aktual mengenai kondisi kerja sekaligus mengidentifikasi potensi risiko maupun aspek yang membutuhkan tindak lanjut.

Executive General Manager Pelindo Regional 1 Dumai, Jonatan Ginting, mengatakan Management Walkthrough merupakan salah satu bentuk komitmen manajemen dalam memastikan keselamatan menjadi bagian dari budaya kerja seluruh insan Pelindo, bukan sekadar aturan tertulis.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap aktivitas operasional di lapangan dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan. Management Walkthrough ini menjadi kesempatan bagi manajemen untuk melihat langsung kondisi di lapangan, berdialog dengan pekerja, sekaligus memastikan potensi risiko dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, manajemen melakukan observasi terhadap sejumlah aspek, mulai dari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), kondisi fasilitas dan peralatan kerja, kebersihan area, keamanan, hingga kelancaran aktivitas operasional.

Selain itu, manajemen turut memperhatikan potensi unsafe condition atau kondisi tidak aman serta unsafe action atau tindakan tidak aman yang dapat memengaruhi keselamatan pekerja maupun kelancaran kegiatan operasional.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memastikan kesiapan operasional pelabuhan dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada pengguna jasa. Komunikasi dan koordinasi secara langsung antara manajemen, pekerja, serta pihak terkait di lapangan diharapkan dapat mempercepat identifikasi permasalahan dan meningkatkan efektivitas tindak lanjut.

Pelindo Grup Dumai menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan melalui penguatan budaya keselamatan, peningkatan kualitas pelayanan, pemeliharaan fasilitas dan infrastruktur, serta penerapan tata kelola operasional yang baik.

Melalui pelaksanaan Management Walkthrough secara konsisten, Pelindo Grup Dumai berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, andal, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas kepelabuhanan serta peningkatan kualitas pelayanan di Dumai. (adv)

Tag berita