BIDIK KRIMINALCepat. Tegas. Terverifikasi.
BREAKING
Polemik Jam Kerja dan BPJS Relawan MBG Dumai, Yayasan Riau Pesisir Diharapkan Beri KlarifikasiDua Sopir Diduga Gelapkan 8,48 Ton Inti Sawit, PT BNI 70 Rugi Rp108,9 JutaTragedi di Depan Kantor DPRD Dumai, Pemuda Tewas Diduga Dianiaya Beramai-ramaiBekal Kembali ke Masyarakat, Rutan Dumai Dorong Warga Binaan Perkuat Iman dan AkhlakTak Sekadar Pembinaan, Rutan Dumai Bekali Warga Binaan Keterampilan PertanianSebelas Pria Positif Metamfetamina, Barang Bukti Narkotika Tak Ditemukan saat RaziaRazia THM Dumai Dipertanyakan! Kujira dan J-Mex Disebut Buka Lagi Usai Petugas PulangDua Kali Peringatan, Legalitas Pemotongan Ex. MV. NORTH STAR 9 di Dumai Masih Menjadi PertanyaanPapan Informasi Proyek Tak Tampak, Warga Pertanyakan Transparansi Galian Parit TegalegaKoperasi SSMS Klaim Punya Penunjukan Resmi, Dasar Tuntutan TKBM Dipertanyakan

Sinergi Lintas Instansi Diperkuat,

Pelindo Dumai Bahas Potensi Gangguan di Kawasan Pelabuhan

Pelindo Dumai Bahas Potensi Gangguan di Kawasan Pelabuhan
Foto: Ist

DUMAI (BKC) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Dumai memperkuat koordinasi lintas instansi dan para pengguna jasa pelabuhan melalui Forum Group Discussion (FGD) bertema “Sharing Informasi Terkini Keamanan dan Lingkungan di Area Pelabuhan Dumai”.

Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Pelindo Regional 1 Dumai, Kamis (3/9/2026), tersebut menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan, keselamatan kerja, serta kelestarian lingkungan di kawasan Pelabuhan Dumai.

FGD diikuti sejumlah tenant dan perusahaan yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Dumai. Kegiatan turut dihadiri perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Dumai, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai, serta BKO Lanal Dumai.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code, sekaligus agenda rutin Pelindo Regional 1 Dumai dalam memperkuat sistem pengamanan pelabuhan melalui pertukaran informasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan.

Dalam forum tersebut, peserta membahas perkembangan situasi keamanan di kawasan pelabuhan, langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan, serta berbagai isu keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama.

Mewakili Executive General Manager Pelindo Regional 1 Dumai, Manajer Sistem Manajemen Hardi menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan di kawasan pelabuhan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan tersebut.

“Melalui forum ini, kami berharap komunikasi dan koordinasi antarinstansi serta seluruh tenant semakin kuat sehingga setiap potensi gangguan keamanan maupun permasalahan K3 dan lingkungan dapat diantisipasi sejak dini. Sinergi ini menjadi kunci dalam menciptakan operasional pelabuhan yang aman, tertib, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain sebagai sarana berbagi informasi terkini, FGD juga dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi mengenai prosedur pengamanan kawasan pelabuhan, meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat, serta memperkuat komitmen bersama dalam menerapkan standar keamanan pelabuhan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui forum tersebut, Pelindo Regional 1 Dumai menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan regulator, aparat penegak hukum, instansi pemerintah, tenant, dan seluruh pengguna jasa pelabuhan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya kawasan Pelabuhan Dumai yang aman, tertib, andal, serta berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.(adv)

Tag berita